PESTA DEMOKRASI PEMILIHAN OSIS 2025
29 Juli 2025 18:41

Kasreman 29 Juli 2025- Seleksi OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) di SMK Negeri 1 Kasreman bertujuan untuk memilih siswa-siswa terbaik yang memiliki potensi kepemimpinan, kemampuan organisasi, dan semangat untuk memajukan sekolah. Menurut salah satu komisioner KPO (Komisi Pemilihan Osis) menjelaskan tahapan Pilketos (pemilihan ketua osis). Tahapan-tahapan yang dimaksud adalah
- Sosialisasi peraturan: Para siswa diberitahu mengenai peraturan pemilihan ketua OSIS sehingga mereka memahami prosedurnya.
- Pendaftaran bakal calon ketua OSIS: Siswa-siswa yang berminat mencalonkan diri sebagai ketua OSIS mendaftarkan diri mereka.
- Seleksi administrasi, tes tulis, dan wawancara dengan pembina kesiswaan: Calon ketua OSIS melewati tahap seleksi administratif dan mengikuti tes tulis serta wawancara dengan pembina kesiswaan untuk menilai kualifikasi mereka.
- Penetapan calon ketua OSIS : Berdasarkan hasil seleksi, panitia menetapkan 6 calon ketua OSIS yang memenuhi syarat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
- Pembentukan tim sukses: Setiap calon ketua OSIS membentuk tim sukses mereka yang akan membantu dalam kampanye mereka.
- Debat dan kampanye: Calon ketua OSIS berpartisipasi dalam debat dan melakukan kampanye untuk memaparkan visi, misi, dan program mereka kepada siswa-siswa yang akan memilih.
- Masa tenang: Sebelum pemilihan dilakukan, ada masa tenang di mana kampanye dilarang agar siswa-siswa dapat mempertimbangkan pilihan mereka dengan baik.
- Pemilihan serta perhitungan hasil pemilihan: Pada akhirnya, seluruh siswa memilih ketua OSIS melalui pemilihan dan hasilnya dihitung secara otomatis menggunkan sistem untuk menentukan pemenangnya.
Untuk menjadi kandidat calon pasangan ketua dan wakil ketua OSIS harus memenuhi berbagai persyaratan. Persyaratan itu bukan hal yang mudah. Misalnya saja pasangan calon harus di usung partai peserta pilketos atau kalau kandidat itu mencalonkan diri lewat jalur independen harus mendapat dukungan tiap kelas minimal 5 siswa yang dibuktikan dengan fotokopi kartu pelajar ketika mendaftarkan. Selain persyaratan tersebut masih bayak persyaratan yang harus terpenuhi. PemiloS tersebut di bagi atas 1 TPS saja dengan menggunakan 5 bilik pemilihan secara paperless dengan menggandeng tim IT untuk proses lebih efektif dan efesien.
Pada tahun ini kandidat dari calon ketua dan wakil ketua OSIS terdiri dari 3 pasang yaitu :
Pada bagian kegiatan Pilketos dilaksanakan, para pasangan calon melakukan orasi dan menyampaikan visi misinya agar para pemilih bisa memberikan suaranya dengan jujur dan adil sesuai dengan hati nuraninya dengan mempertimbangkan kemampuan calon berdasarkan penyampaian visi misi dan juga keberanian dalam menyampaikan orasi. Kegiatan Pilketos berjalan dengan lancar dan meriah.
Orang yang memiliki hak suara adalah Guru, Siswa, pegawai TU, dan karyawan. Sebelum dilaksanakan Pilketos Kompasioner KPO di TPS harus mempublikasikan DPT (Daftar Pemilih Tetap) selain siswa ketua PPS harus memberikan surat pemberitahuan pemungutan suara.
Kekreativitasan siswa-siswi SMK Negeri 1 Kasreman tersebut patut diacungi jembol. Di balik kekreatifan kegiatan Pemilu tersebut tentu tak luput dari campur tangan Bapak Hafidz Arkanuddin, SPd, Ibu Linda Eka Puspitasari,S.Pd, Bapak Ayon Permana Yudha, S.Pd dan Ibu Sefi Andri Astutik selaku pembina OSIS SMKN 1 Kasreman serta bapak Edy Purnama, S.Kom selaku IT di Pilketos ini. Saat dikonfirmasi, salah satu guru pembina OSIS menjelaskan bahwa dirinya hanya memberikan saran kepada siswa-siswinya untuk menyelenggarakan pemilihan OSIS berbeda dengan tahun sebelumnya dan pemilihan OSIS ini dilakukan selayaknya pemilu sebagai pembelajaran berdemokrasi. Dengan nada merendah pembina ini mengakui masih banyak kekurangan pada kegiatan Pemilu ini, maka apabila ada masukan yang membangun sangat kami butuhkan untuk kemajuan kedepannya.
Hal senada juga disampaikan Bapak Drs.Widy harsono. selaku kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kasreman “Kegiatan Pemilihan OSIS ini sebagai wadah pembelajaran berdemokrasi dan saling menghargai antarsesama calon. Siapapun yang terpilih nanti, program kerjanya harus didukung kandidat yang kalah”. Tegasnya